(pernah dipublis Thursday, March 25, 2004)
JAHAT
Mendegar kata Jahat, seperti disengat saja. Cepat menyergap, tanpa disangka-sangka. Benarkah? Atau manusia memang lalai menerka rayapan jahat? Jahat punya banyak definisi. Malicious codes atau disingkat malcodes, menurut ilmu komputer, bermakna jahat. Dia dilahirkan kealam maya untuk menjadi peruksak. virus bagle misalnya?
Orang bule, menyebut malcodes, sebagai mahluk evil. Se Evil Israel mendapat predikat dari mulut bocah palestin yang kepalanya berlubang peluru. Peluru memang benda/ materi yang jahat. Benarkah?
Menurut Agama Buddha, materi itu sendiri tidak bisa dianggap jahat atau sebaliknya. Y.M. Bhikkhu Suguno pernah bilang, materi tidak selalau jahat sebenarnya. Contohnya uang. Memang pada kenyataannya uang (materi) bisa menjadi sumber pertengkaran, pertikaian dan pembunuhan, sehingga banyak orang berpendapat "uang adalah sumber atau akar dari segala kejahatan" (money is the root of all evils).
Tetapi menurut pandangan Agama Buddha, materi bersifat netral dan tergantung pada manusia yang memiliki dan menggunakannya. Jika digunakan untuk kepentingan-kepentingan keagamaan, atau sosial. Jika materi digunakan untuk kepentingan pemuasan nafsu indera yang berlebihan, maka materi akan membawa kebahagiaan sementara saja. Menjadi Jahat.
JAHAT, terlontar sebagai predikat. Orang yang kita tonton di acara seperti Buser, Patroli, dan acara bau amis darah yg sejenis, kabarnya disebut penjahat. Menjadi, tukang jahat. Disebut, karena melakukan sesuatu. Yang dianggap keluar dari keinginan normal. benarkah?
Etika dikenali dan disebut juga sebagai falsafah moral (moral philosophy). Etika adalah satu disiplin yang bersangkutan dengan nilai moral baik dan JAHAT, betul ataupun salah. Istilah ini digunakan untuk pelbagai sistem ataupun teori dalam prinsip ataupun nilai moral itu sendiri.
Moral siapa? ini dia masalahnya. Jahat, di bangun dalam kepala. Istilah jahat terlontar bagi ayah yang mencuri beras untuk anaknya yang lapar. Jahat tidak berlaku, bagi sihidung panjang di hutan senayan. ATau si tua renta di kebun cendana.
Jahat...seram kedengaranya. Apalagi jika kata itu menyengat dahimu. Merasuk dalam udara yang menempel di paru-paru. Jahat bukanlah kambing hitam. Lontaran Jahat, menjadi ladang evaluasi. membantai dengan dialektika. Ada tesis, anti tesis, dan lahirlah bayi sisntesa. mungil, lucu, dan jauh dari kata jahat.
Bayi akan lahir, jika kamu mengerti apa kata jahat. Kuharap, jahat yang terlontar, bukan jahat malicious, evil, materi tendensius, buser-patroli, hidung panjang, atau aki-aki cendana yang kokoh bertahan.
Jahat..? AKu jahat? maafkan...Tapi kenapa kata JAHAT? Malicious codes, seperti uang. Ada karena bereaksi. Microsoft, dianggap lemah menghadapi kata malicius. open source seperti Unix, barangkali tidak. Unix terlalu tangguh untuk dinodai. Maju tanpa hambatan, bak peluru israel. peluru menjadi Jahat? Tidak. Mengulang kata Bhikkhu, materi hanya pengantar. Seperti pisau untuk dapur, atau menodong di bus kota.
Ada motif menjadi jahat. tentara israel hanya menjalankan perintah. Dari atasannya yang sudah terikat sistem yahudi. Ayah mencuri, karena ada anak yang lapar. koruptor yang merampok, karena ada kerakusan partai yang menggebu.
Aku jahat? Kenapa? entahlah...mungkin karena aku menjadi materi, yang dikendalikan indra perasa. rasa yang teramat rumit diurai. rasa yang mengetuk setiap tengah malam. rasa yang memaksa kemampuan seseorang melebihi batas biasanya. maaf...aku tak tahu jika rasa itu membuat saya menjadi benda yang jahat.
seperti selebritis di Buser dan Patroli, menjadi jahat berarti penjara. Biarlah saya menjebloskan rasa tadi ke penjara. Amar putusan mengetuk hukum 8 hari. kuterima, dan kubisikan kalimat ini kepada jagat raya: "Aku menanti bintang menyebutkan namamu sebagai belahan jiwaku!"
hehehehehehe
-bg-