Disewakan Bayi mungil Rp.5000 rupiah perhari !
“Awalnya ibu itu bilang ; “Mar, gimana kalo anak kamu saya pinjam utk membantu mencari nafkah suami saya. Maksudnya apa bu..? Utk diajak mengamen (ngemis) seperti itu” (Ny.Mar—nama samaran / Menyewakan bayi untuk jadi pengemis)
Lain Ny.Mar, lain pula Sukiman.
“Kalo biasa2 aja, kita berdiri aja kayak gini, orang kadang kurang kasihan. Pendapatan kurang. Trus kalo kita pakai luka dan jalannya dibikin2, orang yg kasian akan merasa iba” (Sukiman—nama samaran / Pengemis)
Luka palsu dibuat-buat untuk menebar rasa iba. Bayi disewa sebagai alat penarik simpati. Disewakan hanya Rp 3000 – 5000 rupiah perharinya !
Di Ibukota Indonesia, mereka menahan malu, menjual harga diri.
Kami merekam keseharian mereka. Lalu dalam paket investigasi ini, kami juga menyuguhkan gambar aparat di republik ini sedang menindak tegas para pengemis. Bagi aparat Trantib DKI Jakarta, pengemis wajib diburu, ditangkapi, bagai hama yang harus dibasmi. Padahal pengemis dan gelandangan hanya mencari sesuap nasi dengan jalan meminta dan bukan mencuri !
Bagi kota besar, pengemis dan gelandangan adalah perusak keindahan ! Bagi kota besar, orang berkocek tebal yang harus dihormati ! Padahal entah uang dari mana. Lihat apa yang dilakukan aparat kita ketika menindak penjahat berdasi! Lihat koruptor BLBI David yang diperlakukan manis aparat…Lihat perlakuan aparat terhadap koruptor kelas kakap yang lain….lihat !
Lihat Investigasi Reportase Sore
Pukul 17.00 WIB
Sabtu, Minggu (28-29 Januari 2006)
Dalam episode: PENGEMIS