Google  
Web    Images    GroupsNew!    News    Froogle    more »
  Advanced Search
  Preferences    
 Web Results 1 - 10 for lantai3[definition].  
 
    
« Home

Posts

Cinta
Momentum
*) Autisme
MOON
Good Morning
Hasrat
JAHAT
Bangkit !
LEBARAN LANTAI 3
MASA LALU... Ada banyak kata…ada banyak data….ada ...
 
     Archives
November 2004
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
 
     Links
Ina Surina
Popon Suropon
Ochan Surocan
Abe Surabe
Yunus Idol

SAHABAT

Malam ini aku tak bisa tidur. Terlalu bahagia. Terlalu senang tak punya uang. Aneh ya? Inilah kisahku. Kisah persahabatan.

Minggu pk.16.00 wib.

Lapar dan tak punya uang. Dua mahluk itu mengepakan sayapnya dipundaku. Datang menyiulkan prasangka, menyergap tanpa ampun. Sesak rasanya. Dan sebait lirik-pun meluncur dari perut. “kriuk…kriuk…”

Tak mau kalah, akal terus berputar dilangit. Terus berputar meneriakan mimpi soal kuliner ;

”kayaknya enak makan diwarteg …hemm”

“…apa ya rasanya mencicipi nasi goreng sosis plus teh botol…hemm”

Lalu kuarahkan mata kepintu tetangga kost. Siapa tahu bisa dipalakin. Dannn....belum pada datang saudara-sudara. "Duh kenapa anak-anak kostan pada sepi…ya?????”

“Apa gue jual aja HP murah ini? demi mimpi kuliner tentu saja.”

“Ah...Coba si Dinda datang, membawa bala bantuan (baca: makanan)…hemmm”

CUKUP ! Lelah aku berlari lari dilangit kuliner. Kuredam saja impian itu dengan mimpi yang asli. Tidur ah! Sambil kutatap pintu kostan orang lain, beberapa menit kemudian masuk alam mimpi--yg asli.

Hingga beberapa jam kemudian kuterperanjat dari mimpi yang asli itu. Kostanku sudah gelap. Matahari sudah pergi. Pintu kostan tetangga masih juga ketutup.

Mati satu tumbuh seribu. Hilang mimpi yang asli, eh nongol surongol mimpi yang lain. Apalagi kalau bukan mimpi kuliner sialan itu. Mimpinya provokativ. Bikin melodi perkusi diperut.

Maka kuputuskan untuk mengambil langkah darurat. Membuka lemari beras plus mie sedap. “Ah….berguna juga taktik survival yang kupelajari selama smu dan kampus,” kata akalku berasio.

Maklum, pas SMU aku pernah didik survival di hutan. Dan…pas di kampus, situasinya tak jauh beda—bertahan tanpa uang. Bahkan kawan sekostan di kampus, sempat nekad melampiaskan mimpi kuliner miskinnya, dengan memancing ikan lele dikolam ibu kost.

Sayang, bapak kost yang sekarang tak punya kolam lele. Hehehehe Hadapi realitas. Saat ini hanya ada beras cianjur dan mie sedap. Tak ada lele lagi. Ini Jakarta Bung !

Belum genap bulir beras kucuci, dering telepon genggam sederhana itu berbunyi. Tanda ada telpon masuk. Sebait kata muncul dilayar Siemens M35. “DINDA”

Mimpi? Entahlah. Kok khayalan gue nyambung ya? Girang bukan kepalang. Ada bidadari kuliner menjawab mimpiku. Semula cewek manis ini ngajak kongkow di TIM sama si Agus. “Tak ada ongkos,” jawabku. Dan, sedikit berdiplomasi, aku mengajak mereka datang kekostan. Tapi dengan oleh-oleh makanan. gak usah repot-repot bawa nasi. Bawa lauk pauknya ajahhh yahhhh....hehehehe. "jadi makan enak nih"

“Asalamualaikum,” suara perempuan itu datang mendekati pintu. Wah Dinda membawakan menu favorit sedunia; “TAHU !” Horeeeee plus tempe sama sate cumi….dannnn tentu saja teh botol.

Benar saja. Mereka datang kekostan. Mereka datang saat aku masih nyuci sepatu--mengisi waktu luang menunggu nasi dirice cooker mateng. Gak jadi nih makan tanpa lauk pauk....hehehe menyedihkan ya?

Bersyukur bukan kepalang. Tuhan bekerja dengan jalan yang sangat misterius. Allah Maha Adil. Dimasa sulit itu aku kedatangan sahabat kampus Agus Rakasiwi. Dan si Cantik jelita dambaan mimpi kuliner, Dinda Jouhana. I Love U friend !

Gak ada kata-kata yang bisa menjelaskan fenomena ini. Aku sangat bersyukur dikaruniai kawan, sahabat model kalian. Senangnya…Terima kasih kawan. I Love u deh…

Sayang kedatangan mereka hanya sejenak. Seputaran dvd saja. Padahal dibalik wajah kenyangku itu, tersimpan segudang kalimat pujian, positif dan sanjungan untuk kalian. Sahabat…

Dinda…duh…meleleh gue. Andai malam ini ada uang, ingin rasanya kubelikan seikat bunga lili putih.

Agus…semoga Allah membalas dengan rezeki yang berlimpah.

Amin
SAHABAT - Sunday, September 25, 2005 -

12:54 AM

Aduuh Bobby, si bageur,...karunya teuing...nyarios atuh ka ceuceu ari teu gaduh kanggo tuang-tuang acan teh..meureun ceuceu teh moal rek teu malire ka Ujang Bobby teh...euleuh..mani asa dosa iyeuh, ceuceu teh...jadi asa dosa ngagaleuh nikon d70s teh, da ayeuna sok emut ka nu can tuang...sok ngalih geura didamelna...ulah di damel kanggo kapitalis...daripada kanggo televisi anu acarana teu jelas, sinetrooonnn weh hayoh......mending di damel mah di ngo internasional kanggo kemanusiaan geura...tiasa ngagaleuh nikon...(hahaha....!)    

10:04 PM

itu idenya agus kok bob... gw juga ditraktirin agus. bunga lilinya buat agus aja... :D    

Post a Comment


Result Page: 

 








 


 

Search within results | Language Tools | Search Tips | Dissatisfied? Help us improve


Google Home - Blogger - Blogger Templates

© 2005 lantai3