Dalamnya lautan, bisa ketebak. Nampaknya, fakta ini tidak terbantahkan. Dulu gue perna ikutan eksedisi wallacea bersama ilmuan oceonografi. Dengan alat khusus--kalau gak salah sih pake multy and single beem system--jeroan lautan berserta isinya bisa diukur dari permukaan laut memlaui komputer.
Nah..Laut bisa ketebak. Kalau dalamnya hati? Dalamnya hati, gak bakal bisa ketebak. Fakta ini harus dibantah. Why? Entahlah...magrib tadi ngelamun, apa rasanya jika kita bisa tahu isi hati orang lain. Asik kali yah? Kita bisa tahu tulus tidaknya seseorang. Semisal si x ngomong A, eh ternyata hatinya Z. Bisa aja kan?
Saya sangat yakin, sistem menembus hati orang ini bisa sangat aplikatif dalam berbagai pertemuan sosial. Mulai dari gelanggang politik, hingga pasal percintaan. Seru banget kalau kita tahu apa isi hati orang lain. Apa saja yang akan terjadi kira-kira? Gunakan imajinasimu!
Hati Berbisik - Friday, September 30, 2005 - ![]() |
|
| Web | Results 1 - 10 for lantai3[definition]. |
Kejarlah selagi kau bisa...
Momentum - - Gambar bagus dan jelek perbedaannya tipis. Hanya sepersekian detik ! baru pulang liputan kecelakaan mandala -bg- |
Suatu pagi di pengadilan Jakarta Selatan. Dua orang crew Trans Tv duduk bersebelahan. Reporter yang diketahui bernama Prisilia nampak bingung. Sementara rekan kerjanya--camera person--yang bernama "siGUE" hanya diam membisu.
*) Autisme - Thursday, September 01, 2005 - "Kok diam saja? tumben mas," tanya Prisilia. "Autis," jawab si Gue. Senyum pun dilemparkan Prisilia. Karena sebuah sebab, hari itu aku memang sangat-sangat menikmati diam, sendiri, melamun, menyusun strategi, berfikir, dan bekerja tanpa bicara. Hanya memikirkan komposisi untuk kamera. Pikiranku fokus; "I need Good picture" Terbukti. Meski pagi itu bukan peristiwa bagus yang kudapat--pengadilan yang membosankan--, aku tetap semangat mengolah komposisi. Dalam kondisi "autis" terlintas sebuah ide, gagasan yang menyenangkan. Aku harus mencari komposisi yang enak dipandang. Sepulang dari Pengadilan, aku melewati jalan Kemang. tepat di moncong mobil batik Trans TV, ada sekeolmpok pelajar SMU bersiap tawuran. "Hajar Bleh" dalam hatiku. Artinya aku harus mengambil gambar tawuran itu. "BAK BUK BAK BUK !!!" Lalu tiba pada sebuah fragmen, dimana pelajar dikepung warga yang kesal. TIba-tiba saja pelajar itu enggan disorot kameraku. Mungkin dia malu dan takut ketahuan orang tua. Secara mengejutkan tangannya menutup lensa dan mendorong kameraku. Dan aku pun bangkit dari autisme. "Hei ! Anak mana loe !," teriaku spontan kepada pelajar geblek itu. Matuku menatap tajam. Kamera terus kusorot. Mulut ku ini dibuat komat kamit jadinya. Jujur saja. Ulah iseng pelajar tadi, seolah jadi anchor atau alarm agar aku bangkit dar asutisme. dan perjalananpun berlanjut. Aku kembali ke kantor dengan sedikit tidak autis... -bg- ps: *) Autisme adalah suatu bentuk ketidakmampuan dan gangguan perilaku yang membuat penyandangnya lebih suka menyendiri. Suatu bentuk ringan dari autis mungkin telah membuat banyak penyandangnya menjadi ilmuwan dan artis yang terkenal karena mereka memang butuh suatu keadaan yang terisolir dari dunia luar sehingga dapat berkonsentrasi penuh dan menghasilkan karya karya besar. Hans Asperger seorang Doktor dari Austria yang pertama kali menyebutkan gangguan ini sebagai psikopat autistik masa kanak kanak mengatakan "Kelihatannya, untuk dapat sukses dalam bidang ilmu pengetahuan dan seni maka diperlukan adanya sedikit gangguan autis". Ia menyebutkan beberapa keanehan perilaku pada anak anak yang kemudian keanehan perilaku ini dinamakan Sindron Asperger sesuai dengan namanya. Sebagian besar Penyandang Asperger adalah laki laki. Mereka punya kebiasaan khusus dalam bertingkah laku, cerdas, nyentrik dan punya kelebihan berpikir secara abstrak. Mereka dapat menghabiskan waktunya dengan pekerjaan sekolah. Penyandang Asperger berbicara seperti orang dewasa, menjadi pendengar yang buruk dan sedikit berbicara. Hasil pengamatan perilaku oleh Dr Hans Asperger yang kemudian ia sebut sebagai "intelegensia dan karakter seorang laki-laki" menjadi sangat populer. Dalam mendiagnosa pasienya para psikiater kemudian mulai menyukai memakai istilah penyandang Sindrom Asperger. Menurut Lorna Wing, seorang psikiater yang berjasa membuat istilah Asperger menjadi populer, adalah seorang Biarawan Juniper, salah satu pengikut Santo Francis dari Asisi. Brother Juniper menggambarkan keadaan pikiran yang banyak ditemui pada penyandang autis yaitu dengan memberikan seluruh barang kepunyaannya kepada fakir miskin termasuk seluruh baju yang ia pakai. Salah satu penyandang Asperger klasik adalah Henry Cavendish, bangsawan dan ilmuwan di abad ke 18 yang memberikan namanya untuk sebuah laboratorium di Cambridge. Hasil penemuannya yang paling terkenal adalah hidrogen. Henry adalah seorang perfeksionis. Ia hanya akan mempublikasikan hasil riset jika sepenuhnya puas dan tidak suka berhubungan dengan orang lain. Ia membuat perpustakaan pribadi terpencil sejauh 4 mil dari rumahnya. Ia menginstruksikan para pembantu wanitanya untuk tidak berada dekat dengannya. Untuk menghindari berbicara dengan para pembantunya, Henry menulis dikertas dan menaruhnya di-meja apa yang ia inginkan untuk makan malam. Filsuf terkenal Ludwig Wittgenstein tidak dapat berbicara sampa ia berumur 4 tahun. Ia tidak menyukai sekolah dan punya nilai akademis yang jelek. Ia mengatakan bahwa ketidakmampuannya untuk mengerti manusia lainnya sama seperti seseorang mendengarkan orang lain berbahasa asing yang tidak ia kuasai. Namun Ludwig mempunyai intelektual tinggi yang memungkinkan dia untuk menulis karya filosofi "Tractatus Logico Philosophicus" ketika ia masih dalam tugas militer di Austria selama Perang Dunia Kesatu. Hubungannya dengan orang lain sering tidak harmonis. Pada suatu saat ketika ia berkunjung ke Amerika, ia untuk pertama kali disuguhi makan siang dengan roti sereal dan keju. Selama kunjungannya di Amerika ia selalu makan makanan yang sama yaitu roti sereal dan keju. Bagi Dr Wing, contoh diatas menggambarkan bagaimana efek terisolir dari Sindrom Asperger dapat menjadi keunggulan bagi seseorang jika ia juga mempunyai intelegensia dan intelektual tinggi. Kandidat lainnya yang didiagnosa balik oleh Dr Wing adalah Albert Einstein dan komposer Erik Satie. Ilmuwan lain juga menominasikan pianis asal Kanada Glenn Gould, seorang jenius dalam memainkan Keyboard yang kemudian pensiun dari panggung pada usia 31 tahun dan kemudian hanya bermain piano di dalam studio rekaman nya. Ia hanya menggunakan telepon untuk berhubungan dengan orang lain selama berjam jam. Hal ini memungkinkan dia untuk berhubungan dengan orang lain tanpa harus bertatap muka. Pelukis Andi Warhol yang dikenal sebagai orang yang tidak dapat bersosialisasi juga tidak menyukai perubahan, salah satu ciri khas orang penyandang autis. Hal ini terlihat dalam karya lukisnya yang digambarkannya secara berulang ulang. Copyright 2001 The Times UK |
| Search within results | Language Tools | Search Tips | Dissatisfied? Help us improve |
| Google Home - Blogger - Blogger Templates |
© 2005 lantai3
