Google  
Web    Images    GroupsNew!    News    Froogle    more »
  Advanced Search
  Preferences    
 Web Results 1 - 10 for lantai3[definition].  
 
    
« Home

Posts

NGEMIS
TUJUH
2005
TIKUS
Bakso
Menakar Cinta
Mata
Pecel Perdamaian
NAMA
Networking
 
     Archives
November 2004
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
 
     Links
Ina Surina
Popon Suropon
Ochan Surocan
Abe Surabe
Yunus Idol

Hati Berbisik

Dalamnya lautan, bisa ketebak. Nampaknya, fakta ini tidak terbantahkan. Dulu gue perna ikutan eksedisi wallacea bersama ilmuan oceonografi. Dengan alat khusus--kalau gak salah sih pake multy and single beem system--jeroan lautan berserta isinya bisa diukur dari permukaan laut memlaui komputer.

Nah..Laut bisa ketebak. Kalau dalamnya hati? Dalamnya hati, gak bakal bisa ketebak. Fakta ini harus dibantah. Why? Entahlah...magrib tadi ngelamun, apa rasanya jika kita bisa tahu isi hati orang lain. Asik kali yah? Kita bisa tahu tulus tidaknya seseorang. Semisal si x ngomong A, eh ternyata hatinya Z. Bisa aja kan?

Saya sangat yakin, sistem menembus hati orang ini bisa sangat aplikatif dalam berbagai pertemuan sosial. Mulai dari gelanggang politik, hingga pasal percintaan. Seru banget kalau kita tahu apa isi hati orang lain. Apa saja yang akan terjadi kira-kira? Gunakan imajinasimu!
Hati Berbisik - Friday, September 30, 2005 -

Ancur

Tampil cantik dilayar adalah mutlak. Cantik, bukan berarti wanita. Tapi hanya rekaman peristiwa dilapangan. Akhir-akhir ini kecantikan layar bulletin news trans tv –REPORTASE--menurun drastic. Gambar goyang, warna gak karuan, komposisi ANCUR, dll

Heran aku sama gambar reportase jaman sekarang. Kok jelek ya. Yang memalukan, aku termasuk camera person reportase. Aduh gimana ya? Seperti gak ada kebanggaan lagi dihadapan tv lain. Dulu meski gaji kita lebih kecil dari tv lain, aku bangga jadi anak reportase. Tim reportase berdaya tembus nara sumber mantap, dan gambarnya sangat artistic.

Sekarang? Tau ah gelap….BOSSSS HELP US !
Ancur - Sunday, September 25, 2005 -

SAHABAT

Malam ini aku tak bisa tidur. Terlalu bahagia. Terlalu senang tak punya uang. Aneh ya? Inilah kisahku. Kisah persahabatan.

Minggu pk.16.00 wib.

Lapar dan tak punya uang. Dua mahluk itu mengepakan sayapnya dipundaku. Datang menyiulkan prasangka, menyergap tanpa ampun. Sesak rasanya. Dan sebait lirik-pun meluncur dari perut. “kriuk…kriuk…”

Tak mau kalah, akal terus berputar dilangit. Terus berputar meneriakan mimpi soal kuliner ;

”kayaknya enak makan diwarteg …hemm”

“…apa ya rasanya mencicipi nasi goreng sosis plus teh botol…hemm”

Lalu kuarahkan mata kepintu tetangga kost. Siapa tahu bisa dipalakin. Dannn....belum pada datang saudara-sudara. "Duh kenapa anak-anak kostan pada sepi…ya?????”

“Apa gue jual aja HP murah ini? demi mimpi kuliner tentu saja.”

“Ah...Coba si Dinda datang, membawa bala bantuan (baca: makanan)…hemmm”

CUKUP ! Lelah aku berlari lari dilangit kuliner. Kuredam saja impian itu dengan mimpi yang asli. Tidur ah! Sambil kutatap pintu kostan orang lain, beberapa menit kemudian masuk alam mimpi--yg asli.

Hingga beberapa jam kemudian kuterperanjat dari mimpi yang asli itu. Kostanku sudah gelap. Matahari sudah pergi. Pintu kostan tetangga masih juga ketutup.

Mati satu tumbuh seribu. Hilang mimpi yang asli, eh nongol surongol mimpi yang lain. Apalagi kalau bukan mimpi kuliner sialan itu. Mimpinya provokativ. Bikin melodi perkusi diperut.

Maka kuputuskan untuk mengambil langkah darurat. Membuka lemari beras plus mie sedap. “Ah….berguna juga taktik survival yang kupelajari selama smu dan kampus,” kata akalku berasio.

Maklum, pas SMU aku pernah didik survival di hutan. Dan…pas di kampus, situasinya tak jauh beda—bertahan tanpa uang. Bahkan kawan sekostan di kampus, sempat nekad melampiaskan mimpi kuliner miskinnya, dengan memancing ikan lele dikolam ibu kost.

Sayang, bapak kost yang sekarang tak punya kolam lele. Hehehehe Hadapi realitas. Saat ini hanya ada beras cianjur dan mie sedap. Tak ada lele lagi. Ini Jakarta Bung !

Belum genap bulir beras kucuci, dering telepon genggam sederhana itu berbunyi. Tanda ada telpon masuk. Sebait kata muncul dilayar Siemens M35. “DINDA”

Mimpi? Entahlah. Kok khayalan gue nyambung ya? Girang bukan kepalang. Ada bidadari kuliner menjawab mimpiku. Semula cewek manis ini ngajak kongkow di TIM sama si Agus. “Tak ada ongkos,” jawabku. Dan, sedikit berdiplomasi, aku mengajak mereka datang kekostan. Tapi dengan oleh-oleh makanan. gak usah repot-repot bawa nasi. Bawa lauk pauknya ajahhh yahhhh....hehehehe. "jadi makan enak nih"

“Asalamualaikum,” suara perempuan itu datang mendekati pintu. Wah Dinda membawakan menu favorit sedunia; “TAHU !” Horeeeee plus tempe sama sate cumi….dannnn tentu saja teh botol.

Benar saja. Mereka datang kekostan. Mereka datang saat aku masih nyuci sepatu--mengisi waktu luang menunggu nasi dirice cooker mateng. Gak jadi nih makan tanpa lauk pauk....hehehe menyedihkan ya?

Bersyukur bukan kepalang. Tuhan bekerja dengan jalan yang sangat misterius. Allah Maha Adil. Dimasa sulit itu aku kedatangan sahabat kampus Agus Rakasiwi. Dan si Cantik jelita dambaan mimpi kuliner, Dinda Jouhana. I Love U friend !

Gak ada kata-kata yang bisa menjelaskan fenomena ini. Aku sangat bersyukur dikaruniai kawan, sahabat model kalian. Senangnya…Terima kasih kawan. I Love u deh…

Sayang kedatangan mereka hanya sejenak. Seputaran dvd saja. Padahal dibalik wajah kenyangku itu, tersimpan segudang kalimat pujian, positif dan sanjungan untuk kalian. Sahabat…

Dinda…duh…meleleh gue. Andai malam ini ada uang, ingin rasanya kubelikan seikat bunga lili putih.

Agus…semoga Allah membalas dengan rezeki yang berlimpah.

Amin
SAHABAT - -

Cinta

Apa itu cinta?

Tanyakan pada ayahanda, dan tunangan Almarhumah Novi--pramugari Mandala Air. Tubuh gosong tak menghapus cinta dihatinya. Dan dipeluknya jasad tak bernyawa itu. Kau kecup anakmu yang sudah mati terbakar. Sungguh...aku merinding melihat cintamu !

Lalu tanyakan juga pada nyonya Sinaga. Yang baru saja kehilangan dua anaknya--karena rumahnya terbakar mandala. Aku hanya bisa berbisik dalam hati: "Nyonya, jangan bersedih. Kue tart ulang tahun yang kau janjikan, takan membuat anakmu bersedih. Sebab surga menyediakan lebih dari sekadar kue tart....:("

-bg-
Cinta - Friday, September 09, 2005 -

Momentum

Kejarlah selagi kau bisa...
Gambar bagus dan jelek perbedaannya tipis. Hanya sepersekian detik !

baru pulang liputan kecelakaan mandala
-bg-
Momentum - -

*) Autisme

Suatu pagi di pengadilan Jakarta Selatan. Dua orang crew Trans Tv duduk bersebelahan. Reporter yang diketahui bernama Prisilia nampak bingung. Sementara rekan kerjanya--camera person--yang bernama "siGUE" hanya diam membisu.

"Kok diam saja? tumben mas," tanya Prisilia.

"Autis," jawab si Gue. Senyum pun dilemparkan Prisilia.

Karena sebuah sebab, hari itu aku memang sangat-sangat menikmati diam, sendiri, melamun, menyusun strategi, berfikir, dan bekerja tanpa bicara. Hanya memikirkan komposisi untuk kamera. Pikiranku fokus; "I need Good picture"

Terbukti. Meski pagi itu bukan peristiwa bagus yang kudapat--pengadilan yang membosankan--, aku tetap semangat mengolah komposisi. Dalam kondisi "autis" terlintas sebuah ide, gagasan yang menyenangkan. Aku harus mencari komposisi yang enak dipandang.

Sepulang dari Pengadilan, aku melewati jalan Kemang. tepat di moncong mobil batik Trans TV, ada sekeolmpok pelajar SMU bersiap tawuran. "Hajar Bleh" dalam hatiku. Artinya aku harus mengambil gambar tawuran itu. "BAK BUK BAK BUK !!!"

Lalu tiba pada sebuah fragmen, dimana pelajar dikepung warga yang kesal. TIba-tiba saja pelajar itu enggan disorot kameraku. Mungkin dia malu dan takut ketahuan orang tua. Secara mengejutkan tangannya menutup lensa dan mendorong kameraku.

Dan aku pun bangkit dari autisme. "Hei ! Anak mana loe !," teriaku spontan kepada pelajar geblek itu. Matuku menatap tajam. Kamera terus kusorot. Mulut ku ini dibuat komat kamit jadinya.

Jujur saja. Ulah iseng pelajar tadi, seolah jadi anchor atau alarm agar aku bangkit dar asutisme.

dan perjalananpun berlanjut. Aku kembali ke kantor dengan sedikit tidak autis...

-bg-

ps:
*) Autisme adalah suatu bentuk ketidakmampuan dan gangguan perilaku yang membuat penyandangnya lebih suka menyendiri. Suatu bentuk ringan dari autis mungkin telah membuat banyak penyandangnya menjadi ilmuwan dan artis yang terkenal karena mereka memang butuh suatu keadaan yang terisolir dari dunia luar sehingga dapat berkonsentrasi penuh dan menghasilkan karya karya besar. Hans Asperger seorang Doktor dari Austria yang pertama kali menyebutkan gangguan ini sebagai psikopat autistik masa kanak kanak mengatakan "Kelihatannya, untuk dapat sukses dalam bidang ilmu pengetahuan dan seni maka diperlukan adanya sedikit gangguan autis". Ia menyebutkan beberapa keanehan perilaku pada anak anak yang kemudian keanehan perilaku ini dinamakan Sindron Asperger sesuai dengan namanya. Sebagian besar Penyandang Asperger adalah laki laki. Mereka punya kebiasaan khusus dalam bertingkah laku, cerdas, nyentrik dan punya kelebihan berpikir secara abstrak. Mereka dapat menghabiskan waktunya dengan pekerjaan sekolah. Penyandang Asperger berbicara seperti orang dewasa, menjadi pendengar yang buruk dan sedikit berbicara. Hasil pengamatan perilaku oleh Dr Hans Asperger yang kemudian ia sebut sebagai "intelegensia dan karakter seorang laki-laki" menjadi sangat populer. Dalam mendiagnosa pasienya para psikiater kemudian mulai menyukai memakai istilah penyandang Sindrom Asperger. Menurut Lorna Wing, seorang psikiater yang berjasa membuat istilah Asperger menjadi populer, adalah seorang Biarawan Juniper, salah satu pengikut Santo Francis dari Asisi. Brother Juniper menggambarkan keadaan pikiran yang banyak ditemui pada penyandang autis yaitu dengan memberikan seluruh barang kepunyaannya kepada fakir miskin termasuk seluruh baju yang ia pakai. Salah satu penyandang Asperger klasik adalah Henry Cavendish, bangsawan dan ilmuwan di abad ke 18 yang memberikan namanya untuk sebuah laboratorium di Cambridge. Hasil penemuannya yang paling terkenal adalah hidrogen. Henry adalah seorang perfeksionis. Ia hanya akan mempublikasikan hasil riset jika sepenuhnya puas dan tidak suka berhubungan dengan orang lain. Ia membuat perpustakaan pribadi terpencil sejauh 4 mil dari rumahnya. Ia menginstruksikan para pembantu wanitanya untuk tidak berada dekat dengannya. Untuk menghindari berbicara dengan para pembantunya, Henry menulis dikertas dan menaruhnya di-meja apa yang ia inginkan untuk makan malam. Filsuf terkenal Ludwig Wittgenstein tidak dapat berbicara sampa ia berumur 4 tahun. Ia tidak menyukai sekolah dan punya nilai akademis yang jelek. Ia mengatakan bahwa ketidakmampuannya untuk mengerti manusia lainnya sama seperti seseorang mendengarkan orang lain berbahasa asing yang tidak ia kuasai. Namun Ludwig mempunyai intelektual tinggi yang memungkinkan dia untuk menulis karya filosofi "Tractatus Logico Philosophicus" ketika ia masih dalam tugas militer di Austria selama Perang Dunia Kesatu. Hubungannya dengan orang lain sering tidak harmonis. Pada suatu saat ketika ia berkunjung ke Amerika, ia untuk pertama kali disuguhi makan siang dengan roti sereal dan keju. Selama kunjungannya di Amerika ia selalu makan makanan yang sama yaitu roti sereal dan keju. Bagi Dr Wing, contoh diatas menggambarkan bagaimana efek terisolir dari Sindrom Asperger dapat menjadi keunggulan bagi seseorang jika ia juga mempunyai intelegensia dan intelektual tinggi. Kandidat lainnya yang didiagnosa balik oleh Dr Wing adalah Albert Einstein dan komposer Erik Satie. Ilmuwan lain juga menominasikan pianis asal Kanada Glenn Gould, seorang jenius dalam memainkan Keyboard yang kemudian pensiun dari panggung pada usia 31 tahun dan kemudian hanya bermain piano di dalam studio rekaman nya. Ia hanya menggunakan telepon untuk berhubungan dengan orang lain selama berjam jam. Hal ini memungkinkan dia untuk berhubungan dengan orang lain tanpa harus bertatap muka. Pelukis Andi Warhol yang dikenal sebagai orang yang tidak dapat bersosialisasi juga tidak menyukai perubahan, salah satu ciri khas orang penyandang autis. Hal ini terlihat dalam karya lukisnya yang digambarkannya secara berulang ulang. Copyright 2001 The Times UK
*) Autisme - Thursday, September 01, 2005 -

Result Page: 

 








 


 

Search within results | Language Tools | Search Tips | Dissatisfied? Help us improve


Google Home - Blogger - Blogger Templates

© 2005 lantai3