Kenapa?
Entahlah. Mahluk itu tiba-tiba saja menyergap masuk dalam raga dan jiwa ini. Menyerap dalam diri ini ketika kamu menyebarkan ketulusan pada umat manusia di bumi ini. Entah itu keluargamu, kawanmu, atau orang yang tak kau kenal sekalipun.
Apa?
Entahlah. Tak ada konsep canggih yang bisa menjelaskan keinginanku ini. Sebab ini tentang keinginanmu—dan aku tunduk pada semua keinginanmu.
Sahabat, harus aku tegaskan, Semua ini karena aku kecanduan setengan mati ingin kamu menjadi bahagia. Candu ini sudah meresap dalam hati. Dan sahabat…hanya itu saja pemicunya! Sederhana bukan?
Batinku merasa tenang ketika kamu bahagia. Jiwa ini nyaman, ketika senyum manismu muncul. Apapun resikonya akan saya tempuh untuk memunculkan senyum di mulutmu itu. Tuhan tahu betul isi hatiku ini. Sahabat saya siap menjadi partikel tulus yang bisa membuatmu bahagia. Termasuk pada pilihan, tidak memenuhi harapanku. Termasuk menjadi kecewa dan membiarkan hati kecilku menjerit kesakitan. Dan percayalah…aku tidak main-main. Sakit bisa kurasa nikmat, ketika itu satu-satunya jalan yang membuatmu bahagia.
Benar?
Benar! Jeritan hati, dan rasa kecewa tidak memakanku bulat-bulat. Hanya perasaan cinta yang sudah beranak pinak dalam diri ini yang bisa membuatku bisa menerima keputusanmu. Aku tak mau memilih membuatmu jadi orang yang aneh, tertekan, terpaksa…..ah tak mau aku ! Meski dalam terminologi ku yang lain, menjadi orang aneh adalah pemikatmu yang membius.
Tulus?
Saya bisa menerima amar putusanmu dengan tulus. Setulus ketika disiang hari bolong saat aku berpuasa, harus menagangkat lemarimu yang berat itu. Ketulusan ini kuharap bisa membuat senyum manismu tetap ada. Sahabat…bolehkah aku meminta pertolonganmu? Jangan merasa aneh berada didekatku. Jangan membuat jarak, sehingga aku benar-benar mati kecewa tak bisa lagi membuat bibirmu tersenyum. Aku bukan lelaki kurang ajar yang hanya ingin memetik sari dalam ragamu. Bukan fisik yang kucari ! Memegang tanganmu saja aku tak berani. Aku hanya seorang teman yang punya perasaan lebih…
maaf jika itu ternyata seolah jadi dosa bagimu.
-pria gila yang salah jatuh cinta-