Google  
Web    Images    GroupsNew!    News    Froogle    more »
  Advanced Search
  Preferences    
 Web Results 1 - 10 for lantai3[definition].  
 
    
« Home

Posts

NGEMIS
TUJUH
2005
TIKUS
Bakso
Menakar Cinta
Mata
Pecel Perdamaian
NAMA
Networking
 
     Archives
November 2004
August 2005
September 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
 
     Links
Ina Surina
Popon Suropon
Ochan Surocan
Abe Surabe
Yunus Idol

Pecel Perdamaian

Selembut kangkung rebus
Sepanjang kacang panjang
Dihari yang melelahkan ini ijinkan bertaubat ngaret waktu
Maafkan dosa meski sudah sekental bumbu pecel
Pecel Perdamaian - Wednesday, November 30, 2005 -

NAMA

Akan hadir sebuah segmen khusus di REPORTASE SORE. Isinya berupa liputan investigasi hal-hal yang merugikan publik. Tim sudah terbentuk, namun kepentok "twewewwwwwwww" masalah nama. Apa yang kira-kira namanya? ada yang punya ide?

Kata salah satu produser disini, katanya ide itu muncul kalau kita sedang di toilet. Menurut beliau, kebanyakan nama-nama program di news trans tv diberi nama ketika crew mendapat ide di toilet.

saya mau ke toilet dulu yah...

bye
NAMA - -

Networking

"Teman-teman itu wartawan. Bukan pesuruh"

"Sori yah. Apa bedanya dengan tukang cuci, kalau cuman menunggu disuruh?"

6 bulan terakhir kepalaku tak berhenti memikirkan itu. Curahan hati korlip tadi sudah mulai terasa aromanya, sejak kali pertama diterima menjadi karyawan disini. Aku kok memperhatikan, banyak teman yang hanya menjadi pesuruh dan tidak menjadi wartawan. banyak teman-teman yang hanya datang ke kantor, melihat proyeksi, pergi liputan, dan pulang. Terus berulang selama bertahun-tahun.

6 tahun lebih aku berkecimpung didunia informasi. Hari-hariku kuisi dengan mencerna data sehingga berwujud fakta. Setiap hari informasi masuk. Setiap hari aku mencari informasi, mengolah, dan menyuguhkannya. Setiap hari! Dan aku menyukainya. Karena aku adalah seorang jurnalis.

Tapi, sistem kerja yang ada di kantorku yang sekarang, kok membuat orang baru di industri ini tidak menjadi jurnalis. Aku kok jadi ingin membalikan keluhan korlip soal "persuruh" tadi. Jangan mengeluh kalau sistem tidak dirubah. Putuslah ketergantungan dengan informasi yang dimiliki korlip.

Jangan terlalu bergantung pada informasi korlip. Ayo cari informasi sendiri! Setelah itu barulah diberikan ke korlip untuk diolah lebih matang. Bukankah itu kenapa mereka digaji?

Benang merah yang aku temukan, sebenarnya sederhana. APA ITU? Jaringan, alias networking. Semakin banyak teman, semakain mudah kita mengambil gambar dan menggali informasi. Jurnalis harus mendaptkan informasi dari tangan pertama. Dalam konteks tulisan ini, jurnalis harus tahu peristiwa pertamakali dari narasumber. Kita harus tahu kapan Noordin M Top ditangkap sebelum penangkapan itu terjadi. Bahkan lebih jauh dari itu. Kita harus bisa memiliki video penangkapannnya.

Berat? relatif. Sebagai seorang muslim, aku bergegang teguh pada pola berdoa dan berusaha. berdoa terus gak ada usaha, sama saja bohong. berusaha tanpa doa, serasa hampa. Kedengarannya klise. tapi aku meyakini hal ini. Manusia hanya bisa berusaha. Perkara hasil, yang menentukan adalah Tuhan. Apa trik agar Tuhan selalu mengabulkan doa kita? Networking alias Jaringan !

Maksudnya? Simple. Buat jaringan yang bagus dengan Tuhan. Beribadah sesuai dengan aturannya. Menjauhi larangannnya. Mengutip lagu bimbo: "aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat..."

Pun dengan nara sumber. Jika kita tidak merawat jaringan. Jangan harap kamu menjadi jurnalis pertama yang tahu ada apa dimana, dan kenapa. Kesimpulannya, jaringan itu penting !

Sekian dulu yah...aku mau ketemu nara sumber dulu nih...
bye
Networking - Monday, November 28, 2005 -

Gang Damai

11 alasan kenapa harus damai dihati...

1. Gang sempit
2. Warteg tutup
3. KESONO AJA-> Street
4. Warung baru buka
5. Jhon tukang nasi goreng
6. Tai kucing sialan !
7. Kostan sepi
8. Ibnu dan Pak Haji Lani
9. Bak Kamar mandi belum dikuras
10. Teman kost baru; si Riza anak Starbuck
11. Speaker baru...hehehehe
Gang Damai - Tuesday, November 08, 2005 -

BAJU LEBARAN

Akhirnya aku ada di Bandung ! tapi dengan kisah ini....

Malam takbiran di gang sempit yang basah. Hujan turun deras sekali. Perlahan kulangkahkan kaki ini kedalam rumah mungil di kawasan Cijerah Bandung. Ya Allah, lelaki itu tergolek kaku dilantai yang basah. Tubuhnya yang tak bernyawa ditutupi kain batik warna cokelat. Sesekali air bocoran dari atap menetes tepat disamping kakinya.

Jenasah ! Itulah sebutan resmi yang disandang ayah dua anak ini. Dia mati bunuh diri. Melilit leher dengan tali. Ya ampun...Apa yang ada dalam pikirannya? Kenapa?

Lalu Isteri dan anaknya memberikan jawaban. Sebelum mati, lelaki itu seolah ingin lepas dari tanggung jawab keluarga. Hemm...tapi bukankah dia mencintai keluarganya? Mencintai isterinya yang jelita? anaknya yang lucu? Kenapa berkah itu harus kau lepas?

Sejumlah data lalu kukumpulkan perlahan. Isterinya mengatakan, suaminya yang kini mati itu sudah 3 hari tak pulang ke rumah. Keluarga bingung dengan keberadaannya. Tak ada lagi yang memberikan uang, agar dapur tetap mengepul. Terlebih ini adalah malam lebaran. Sang isteri merasa dia dan anaknya sudah menjadi beban berat bagi suaminya yang pengangguran.

Menjelang magrib, Allah mempertemukan lagi isteri dan suami itu. Tapi dengan sebuah sengatan pedas. "Saya minta cerai," kata si Isteri. Bukan tak lagi cinta, tapi si isteri lelah merasa jadi beban.

Menjelang malam takbiran, suami pengangguran itu akhirnya mau pulang ke rumah. Tapi sengatan kembali datang. Anaknya yang berusia 11 tahun melarang ayahnya masuk rumah. Dia geram dengan sikap ayahnya yang melarikan diri dari tanggung jawab. Mungkin anak itu sedih melihat ibunya harus ngutang kanan kiri hanya untuk membeli sesuap nasi.

Anak itu juga kecewa tak bisa seperti anak lain dimalam takbiran. "Ingin baju lebaran," kata anak yang baru putus sekolah 3 bulan lalu ini. Apa daya, ayahnya tak punya uang. Untuk makan saja tak punya. Lalu sang ayah hanya bisa menunggu halaman rumah yang sempit. Merokok, merenungkan nasib.

Isteri tercinta akhirnya memarahi anaknya agar tak bersikap kasar pada sang ayah. Semua anggota lalu berkumpul ddidalam rumah sempit. Isteri menyiapkan makan malam, berupa mie instan--karena tak sanggup beli nasi? Sementara suami pamitan naik keloteng.

Selang beberapa menit suasana hening. tak ada suara mencurigakan. Hinga anaknya naik keatas, hendak memberi makan burung. Tapi.....Bukan burung yang dilihat, melainkan lidah ayahnya yang sudah menjulur penuh busa. Mati bunuh diri.

Tak jauh dari lokasi gantung diri, terdengar suara berisik dijalanan. Sejumlah orang berjodeg ria merayakan malam lebaran. Melihat dari gaya dan aksinya, seolah baru saja mendapat kebahagian luar biasa.

Hujam masih turun. Disisi lain kota Bandung, sejumlah orang menyalurkan kegilaannya berbelanja. Menyerbu FO. Mereka kesurupan menghabiskan uang untuk pakaian lebaran. Menghabiskan uang untuk menambah jumlah koleksi pakaian. Foya Foya BUNG !

Aku kok jadi miris melihat kontrasnya suasana kota Bandung.
BAJU LEBARAN - -

manusia

Sebelum ngantuk itu makin menjadi-jadi, biar kutumpahkan sejenak isi kepala dan hati. Sebuah saduran dari Seurius....

Mungkin orang menyangka ku tak pernah terluka
Tegar bagaikan karang, tabu cucurkan air mata
Kadang kurasa lelah harus tampil sempurna
Ingin kuteriakkan...


Andai mereka tahu rasa dalam hatiku
Lembut bagaikan salju dan menghangatkan kalbu
Kadang kurasa lelah harus tampil sempurna
Ingin kuteriakkan..

reff:
Campers juga manusia, punya rasa punya hati
Jangan samakan dengan pisau belati
Campers juga manusia, punya rasa punya hati
Jangan samakan dengan pisau belati

ps: campers = camera person
manusia - Monday, November 07, 2005 -

Kembali

Sudah lama tidak menyambangi dunia maya. kangen juga rasanya. Tapi kok begini-begini aja yah rasanya. Seputaran email, milis, blog, yo wizzz...gak ada perkembangan yang lain. Kok otak rasanya kering. Gak ada wacana atau analisa mengalir. Jadinya pengen ngidupin diskusi model gaya dulu pas di kampus.

Kawan-kawan, hari ini aku mulai bekerja. tempat pertama yang disambangi adalah PETAMBURAN. Biasa, mendatangi sobat lama, sang pembawa jenasah.

Tanpa diduga, ditengah perbincangan habgat soal mayat, ehhh...digeser ke puncak bogor, lalu ke cianjur, lalu ke jonggol, lalu tidurrrzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz

nguantuk,

besok dilanjut ceritanya yah. Mau nyoba speaker baru sambil tiduran. zzzzz zzz
Kembali - -

Result Page: 

 








 


 

Search within results | Language Tools | Search Tips | Dissatisfied? Help us improve


Google Home - Blogger - Blogger Templates

© 2005 lantai3